Berserakan badai - badai hujah. parah. darah. nanah.
Diseliputi kumulonimbus. tembus . hembus.
Cis ! , serakan parah darah berserta nanah , aku hembus tembus.
Tak sedar aku akan dunia metropolitan yang makin menbingungkan sekarang ini.
Sana sini darah ,
Sini sana parah ,
Situ sini nanah ,
Figura - figura yang tak pernah berhenti bergerak , memainkan watak masing - masing . Masih ada benci sama benci . Bila tiada sebulat suara. Jadi hujah sama hujah. Sampai bila nak habis hujah.
Macam celak*.
Macam Jada*
Macam Sia*
Benci jadinya , kalau benci terus benci. Bersuara bagai , lontarkan isi hati bagai. Sh*t , sampai bila nak jadi nanah dan barah dalam komuniti yang parah sekarang ini.
Hujah terusan hujah , habis berbuih , menjerit bagai , lontarkan bait - bait ayat lawan bagai, Ah , macam bar*ah , dah nanti ada yang berdarah baru nak menyumpah seranah kata menyesal.
Aku sakit dengan masyarakat sekarang yang tak pernah memahami erti tidak benci yang bersangkut paut bersama hujah.
bangang.
19 October 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
All time ;
-
lihat itu duri. hati aku lari lari. tercucuk-cucuk bagai duri. makin hari mood aku makin lari. lihat itu tumpol. pensil itu tajam di depa...
-
"Apakah yang engkau cari, Tak kau temukan di hatiku Apakah yang engkau inginkan , Tak dapat lagi ku penuhi Begitulah aku, Pahamilah...
-
Itu hari , matahari tegak betul - betul atas kepala ,sedang aku berjalan - jalan . Tersepak tin kosong. "keletang , keletung" , ...
-
"tak paham ke bapok tak layak ? " "****,nie ke member kau yang gay tuh ? " at First dengar menyirap tak ? korang puny...
No comments:
Post a Comment