21 October 2011

Satu hari nanti.


Jarinya lepuh , reput , rapuh.
Jahanam sama satu hari nanti yang patuh.

Patuh akan nada berlagu mengait memori semalam.
Dikait bersama selubung keliling gelap yang bermuka lagi talam.

Penat lah satu hari nanti.

Biar aku terus berjalan mencari sebuah nanti.
Pasti burung - burung terbang sama berlagu tanpa mati.

nanti , nanti - nanti lah.

Gundah , bisa sahaja ditampal bersama isi - isian minda yang legar - legar main nya.
Bertepuk tampar bersama kenangan semalam yang menyebalkan .

Aku perit , aku tahan semua luka yang dijahit kembali.
Nian hati , boleh sahaja aku nisankan semuanya sahaja.

Namun arus deras yang menggila ini , terus - terus sahaja membadai macam babi buta.
Dahan , rapuh bersama akar menyembah bumi pun tiada bisa aku gapai , macam orang buta.

Terus aku berenang - renang bersama kepingan sisa mikiran semalam yang masih tersisa.

Lekit , sakit , perit . bersama - samanya lahir sebuah satu hari nanti.

Memakan setiap satu yang hari pada nanti.

Aku sakit . aku tenat .

Berikan aku nyawa supaya bisa aku jahit - jahit kembali benangan yang reput ini.

jadi dapat aku ceritakan satu hari nanti apa yang menanti kita sendiri sampai kita ternanti - nanti apa yang tak mahu kita nanti sampai nanti.

Satu hari nanti. aku gundah.

p.s : Ditemani lagu senti-mental .

No comments:

All time ;