Kerusi Goyang itu digerakan ke hadapan dan ke belakang.
Dua mata yang kalau kelihatan daripada mata kasar si muda , nampak uzur.
Tapi masih segar menelaah indah sinar si bulan.
Menanti penuh dengan kesabaran dan penuh rasa sengsara tapi dilindungi topeng kebahagiaan.
Menanti.
Tanglung Merah yang hampir pucat merahnya , hampir hilang sifat sebuah tanglung , Kelihatan masih tergantung. Utuh tapi tidak seperti utuh kebutuhan si warga emas ini menanti pulangnya Pengukir senyum.
Sampai bila dia harus menanti , menanti sesuatu yang mampu menguntum senyuman di balik kedutan pipi nya.
Namun dia tetap menanti penuh kesabaran.
Masih menanti.
Limau yang terang pekat warna jingga atau bahasa tajamnya kuning bata , bertukar pudar . Berubah daripada sifat sebiji Limau , Begitu juga mana luntur warna hati si warga emas ini yang terus - terusan menanti . Mengharapkan sinar sebelum pergi.
Angin malam itu sibuk menyanyikan bahasa rindu si warga emas ini , ditiup - tiup bahasa kerinduan, berderai - deraian sisir - sisir rambut putih. Mungkin sampai kepada apa yang diinginkan. Mungkin sampai kepada pengukir senyumanya.
Berhenti menanti.
Dingin angin malam itu , Memadamkan pekat api Si Tanglung merah , Memadamkan Segala - galanya. Kerusi duduk yang bergoyang ke hadapan dan ke belakang tidak lagi gagah bergerak .
Pekat malam itu menjadi saksi. Mengalir air mata rindu seorang ibu menanti anaknya. Namun Mata si warga emas ini , sudah tertutup rapi, Bukan tidur, Mahupun berbaring mencari ketenangan. Tetapi terpejam buat selama - lamanya , mencari ketenangan abadi dalam menanti. Tangan lemah terkulai di sisi kerusi.
Akhir menanti.
Tanglung merah itu masih di situ , biarpun rosak mana Keadaannya. Dia harus tergantung di situ , Menjadi saksi segalanya. Saksi Rindunya Seorang ibu menanti pulangnya seorang insan bernama anak.
p.s : sayangilah "Mereka" sebelum terlambat. ;)
p.s.s : Tolong jangan ambil ini sesuka hati tanpa kebenaran. *ceh macam ada je yang nak ambil*
01 February 2011
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
All time ;
-
lihat itu duri. hati aku lari lari. tercucuk-cucuk bagai duri. makin hari mood aku makin lari. lihat itu tumpol. pensil itu tajam di depa...
-
"Apakah yang engkau cari, Tak kau temukan di hatiku Apakah yang engkau inginkan , Tak dapat lagi ku penuhi Begitulah aku, Pahamilah...
-
Itu hari , matahari tegak betul - betul atas kepala ,sedang aku berjalan - jalan . Tersepak tin kosong. "keletang , keletung" , ...
-
"tak paham ke bapok tak layak ? " "****,nie ke member kau yang gay tuh ? " at First dengar menyirap tak ? korang puny...
No comments:
Post a Comment