01 February 2011

Tanglung Merah , Menanti. *Raya Cina*

Kerusi Goyang itu digerakan ke hadapan dan ke belakang.
Dua mata yang kalau kelihatan daripada mata kasar si muda , nampak uzur.
Tapi masih segar menelaah indah sinar si bulan.
Menanti penuh dengan kesabaran dan penuh rasa sengsara tapi dilindungi topeng kebahagiaan.

Menanti.

 Tanglung Merah yang hampir pucat merahnya , hampir hilang sifat sebuah tanglung , Kelihatan masih tergantung. Utuh tapi tidak seperti utuh kebutuhan si warga emas ini menanti pulangnya Pengukir senyum.
Sampai bila dia harus menanti , menanti sesuatu yang mampu menguntum senyuman di balik kedutan pipi nya.
Namun dia tetap menanti penuh kesabaran.

Masih menanti.

Limau yang terang pekat warna jingga atau bahasa tajamnya kuning bata , bertukar pudar . Berubah daripada sifat sebiji Limau , Begitu juga mana luntur warna hati si warga emas ini yang terus - terusan menanti . Mengharapkan sinar sebelum pergi.

Angin malam itu sibuk menyanyikan bahasa rindu si warga emas ini , ditiup - tiup bahasa kerinduan, berderai - deraian sisir - sisir rambut putih. Mungkin sampai kepada apa yang diinginkan. Mungkin sampai kepada pengukir senyumanya.

Berhenti menanti.


Dingin angin malam itu , Memadamkan pekat api Si Tanglung merah , Memadamkan Segala - galanya. Kerusi duduk yang bergoyang ke hadapan dan ke belakang tidak lagi gagah bergerak .

Pekat malam itu menjadi saksi. Mengalir air mata rindu seorang ibu menanti anaknya. Namun Mata si warga emas ini , sudah tertutup rapi, Bukan tidur, Mahupun berbaring mencari ketenangan. Tetapi terpejam buat selama - lamanya , mencari ketenangan abadi dalam menanti. Tangan lemah terkulai di sisi kerusi.


Akhir menanti.

Tanglung merah itu masih di situ , biarpun rosak mana Keadaannya. Dia harus tergantung di situ , Menjadi saksi segalanya. Saksi Rindunya Seorang ibu menanti pulangnya seorang insan bernama anak.











p.s : sayangilah "Mereka" sebelum terlambat. ;)
 p.s.s : Tolong jangan ambil ini sesuka hati tanpa kebenaran. *ceh macam ada je yang nak ambil*

No comments:

All time ;