Badai Minda yang berkecamuk , masih remuk. Berlari di atas sudut tegak Horizontal. Dibiarkan bertepian sahaja.
Jiwanya parah , diseksa mental bertali arus. Namun dinding jiwanya kental. Dibiarkan ia berlalu sepi.
Mimpi , jemput hadir. Sedang aku duduk sambil mempelawa, ditemani sisa - sisa kehidupan yang usang, Mimpi - mimpi yang datang menghempas .
Tersisa butiran kapas, hampas , sebutir demi sebutir dikutip menjadi menjadi garisan masa sebuah cerita kehidupan.
Garisan masa yang makin luntur dimamah usia , tapi masih muda kerana Chenta.

No comments:
Post a Comment