Senyum, itu jawabnya.
tangis, itu sangsinya.
Pergi, pergi jauh. deria enam ini cuba menghalau jauh - jauh semua itu.
Mari, mari dekat. panggil si naluri cuba mengundang dugaan yang tiada pernah berhenti.
Perih , makin gigih semangatnya.
Serik , makin gagah cubaanya.
Panji - panji megah cukup dinyalakan. perlahan apinya marak.
Tiang - tiang semangat yang reput, gagah dibangunkan. kudrat sehabis baik disimpan.
Jadinya , satu penantian itu tiada penyudahnya jika kamu adalah sang penanti yang setia.
kiranya , sang penanti yang setia itu hatinya ada cuma ada satu, apa yang mereka tahu, mereka tetap terus menunggu.
Klimaksnya , mereka tetap menunggu, menunggu dan menunggu, biarpun tangisan teman mereka, biarpun senyuman hiba kawan mereka.
Benar , penanti yang setia takkan pernah mengibarkan bendera putihnya, selagi roh mereka tidak dipagut daripada jasad mereka.
Benar , mereka lebih rela mati , sehingga "cubaan yang takkan pernah berakhir bagi mereka",Mati dalam senyuman yang penuh makna.
p.s : Cinta agung tak pernah meminta, Cinta Asli tak pernah memberi.

No comments:
Post a Comment