28 March 2012

Topeng Kekuatan.



Masa ini mendung , bisakan aku diketuk-ketuk.
Dipalu-palu aku oleh bisa-bisa semalam. Tersisa parut bersama bisa-bisanya.

Lahiriah aku bagaikan perkasa, menjunjung topeng kekuatan.
Membina perisai keberanian, melawan semua musuh-musuh durjana.

Ditikamnya aku, ditusuknya aku.
dalammmmm..dalam sekali..lebih pada paras maksima, terkesima aku.

Kemudian bangkit aku, melihat sekalian alam.
Berkedip-kedip mencari realiti, bukan sebenarnya fantasi.

berlari-lari aku, menghindar segala musuh yang menyerang.

datangnya daripada kiri, dan kanan.
Serangnya tiada batas, atas dan bawah.
dari segenap pelusuk.

sampai di satu penghujung, jalannya mati.
Nafas ini tercungap-cungap, nazaakk..

aku buka topeng kekuatan ini, terlihatkan aku bahwa . Bukan aku seorang perkasa.
Bukan aku insan yang membeli sebuah harga yang tak ternilai pada sebuah, "topeng kekuatan"
bukan aku insan yang mengenggam erat gagah perisai keberanian.

di sebalik topeng kekuatan ini, tersisa parut-parut,dan luka-luka yang amat dalam..dalammm sekali.
bekasnya,tanpa sedar mengalunkan ritma latar belakang yang sayu sekali,
bersamanya terpalit memori semalam yang sangat menyedihkan,.

"musuh-musuh" yang tadi datang mengejar, mengacu-acu segala maha senjata.
Dihinannya, diherdiknya , dicacinya aku selepas terbuka topeng yang aku lekatkan selama ini.

Mereka tahu, yang aku sebenarnya tiada kuat, tiada gagah. aku mudah rapuh.
lalu, seorang demi seorang musuh tadi, menyerang aku kembali, tanpa henti

Di saat ini, langit yang kala saat tadi mendung, kembali cerah. memperlihatkan aku menjadi diri aku,
parut-parut , luka-luka aku disilau cerah cahaya matahari.

Nafas aku tersangkut-sangkut, aku di penghujungnya nafas.
Namun, aku masih tersenyum. Aku bersyukur, mati kerana membebaskan topeng "kekuatan" ini.

Kerana aku tahu, aku bukan seorang yang kuat...

No comments:

All time ;