04 October 2011

Dera aku. terus dera.



"Seberapa salahkah diriku
Hingga kau sakiti aku begitu menusukku
Inikah caramu membalas
Aku yang selalu ada saat kau terluka

Seberapa hinanya diriku
Hingga kau ludahi semua yang ku beri untukmu
Tak ada satu pun perasaan yang
mampu membuatku begitu terluka

Namun ku terlanjur mencintai dirimu
Terlambat bagiku pergi darimu
Bagiku terlalu indah perasaan itu
Tak mudah untukku menjauh darimu

Telah ku coba segala cara
‘Tuk bahagiakan kamu Merebut hatimu
Namun tak semudah yang ku bayangkan
Bila kau tak inginkan ku ’tuk di sisimu

Tak pernah kurasakan sebelumnya
Menginginkan dirinya hingga ku tak kuasa
Meyakini hatiku bahwa ku mampu berlalu"

Kosong,  kosong . kosong dibiar kosong.
Sepi, sepi . sepi dibiar terus sepi.

Berhentakkan bersama api - api yang membakar.
Panas seluruh badan disiram bersama air.

Biar dingin. Biar sabar.

Melukis mengukir setiap kebahagiaan bersama engkau.
Mungkin sahaja bisa aku dicari disaat diperlu.Dibuang dicampak saat aku bersendirian.

Dibiar meratap , dibiar sendu sendiri.

Mendefinisikan maksud erti sebuah penyisihan.
Duduk mencangkung bersendirian.

Dibiar mengutip - gutip Bahagia sendiri.

Meratap menyapu setiap segala yang turun jatuh.
Segala apa yang dicatatkan tiada pernah dibalas.

Dibiar aku jadi malu , dibiar aku perasaan sendiri.

Setiap bait kata , setiap bait ayat mampu menjahit luka - luka yang terbekas.
Tapi ia hanya untuk kadar sementara , untuk kesenangan sendiri.

Seterusnya , aku dibiarkan sahaja.

Terus terdera.

Manis lihat senyuman kau , pernah kau berhenti sejenak ,
hentikan kerlipan kelopak mata kau. Lihat aku disini yang tersenyum. ?

Ya, aku terus tersenyum tanpa sedar kau yang aku terdera . masih aku mampu tersenyum , mengegarkan semboyan supaya bisa semua atmosfera dikelilingi bahagia untuk kau.

Dera aku , terus dera.

Biar aku teman kau bersama bahagia.
Biar aku teman diri sendiri bersama "bahagia".

Kosong , dibiar terus kosong sunyi . Jendela menyingsing menyaksikan fajar terbenam.
Sepi , dibiar terus sepi bersendiri . Mungkin kau akan anggarkan tiada hati yang mati. Kalau..

Kalau aku tetap terus tersenyum.. *senyum*

Sampai bila aku akan terus terdera ? sampai nanti aku mati . Mungkin tiada apa yang terdera saat itu.

Aku tak akan bangunkan pemimpi yang sentiasa tersenyum pada setiap indah mimpi - mimpinya. Biar  Kau sedar sendiri yang datang hanya mimpi.

Aku di sini akan terus - terus tersenyum menyaksikan perjalanan garisan masa mimpi kau. Tunggu saat kau jatuh , saat kau sendiri , saat kau butuh kecemasan.

Ya , panggil aku disini. Tersenyum bersimpuh melihat kau daripada kejauhahan yang gelap.

cari aku untuk balik kembali ukirkan senyuman pada kau , cari aku untuk biar kau menghelas nafas lega saat kau butuh kecemasan.

Kemudian , biar aku pulang sendiri dalam gelap. Bila perlu ulangkan semuanya. Aku dah penat mahu bersuara. Ia Tetap sama.

Terima kasih.

No comments:

All time ;