29 September 2011

Hati marilah dekat, jangan sekali menjauh.



"Sempurna...
Cerita yang tak sempurna
Apakah alasannya
Siapakah di hatinya...

Bahasaku...
Mungkin tidak seindah
Lafaz kata pujangga
Namun ku bersumpah...

Biar tubuhku kan terpaku
Biar jasadku
Tak bernyawa lagi...
Sampai nanti..."

Bercakaran bersama mimpi - mimpi ngeri. Berkelahi bersama telahan sisa - sisa tragik kehidupan. Bermain di setiap genap pelusuk jajahan peri - peri. Bersama berdayungan cebisan hati penuh sopan.

Mungkir bahagia jangan , kelak aku hilang tanpa arah. Ditelan rakus oleh mulut di tengah celah - celah pasir gurun. Bersapa aku , menjerit aku , melolong aku bersama barah. Barah yang bisa hilangkan aku terus tanpa darah biarpun ia cedera parah.

Bisa aku pesankan , hati marilah dekat . Jangan pernah sekali menjauh.

Aku takut nanti aku tak mampu mendakap sejuta satu impian kalau kau jauh.

Bisa sahaja aku derakan semboyan yang sentiasa bergetar memberi amarah dari jauh.

Sentiasa bisa , aku anggukkan , dan berbisik pada naluri yang semuanya pada deria enam.

"hati marilah dekat , jangan sekali menjauh."

Aku takut nanti aku jadi takut, nanti aku jadi ngeri, takut cuba berdikari, aku tak boleh berdiri atas kaki sendiri, nanti sunyi, nanti sepi sampai nanti mati.

No comments:

All time ;