09 September 2011

Diari seorang songsang.


Ketika masih naif , ketika mengejar arus berlawanan dunia ini yang tak pernah henti - henti , aku masih berdiri terpacak di sini , menatap terik sisi - sisi tajam matahari yang menyucok - yucok melukakan mata aku tanpa kesan luka yang mustahil dilihat pada mata kasar.

Masih berdiri aku di sini , kaku akan aku memakukan segala alasan yang kurang laku untuk aku lakukakn semuanya. Kenapa aku begini , kenapa aku disini , kenapa aku jadi macam ini.

Imbas kembali , semua kehidupan aku. Semua yang aku nak aku ada , kerja yang elok , biar aku memuji diri sendiri kata aku ni tampan , aku bersyukur dengan semua pemberian maha ESA ini . Tapi dengan yang aku ada ini tak menjanjikan segalanya.

Cinta ? bagi aku ianya membunuh. membunuh dan membunuh.

Senantiasa aku terbitkan , aku lahirkan rasa setia untuk perasaan yang senang dipanggil cinta, namun aku dibunuh - dibunuh pada cinta. Kalau aku mati hidup kembali , mungkin sudah lebih daripada kiraan logik akal yang aku hidup semula . hidup seperti ini.

Setiap cinta yang datang , aku kebal , aku lali akan kesudahannya , aku lali akan kesemuanya yang terletak pada noktah akhirnya . Kerap kali aku dikecewakan. Aku hampir putus duktus air mata. Mungkin ini jalan takdir hidup aku. Sehingga aku memilih untuk..

kringgg...krinnggg.. (nada dering)

"Zack : Alif sayang , malam ni kita keluar nak ? kita pergi makan sama - sama ye ?"

Ye , kali ini aku tersenyum , tersenyum kerana aku senang jadi begini sekarang. Tak perlu disakiti . Terima kasih pada mereka yang pernah "bunuh" aku, sampai aku jadi begini.

p.s : Nukilan ini rekaan semata , hebatkan cinta ? sehingga mampu merubah seseorang sampai jadi begini ? tapi ingat kehidupan itu adil , dan di ATAS sana sentiasa adil pada setiap hambanya.  

No comments:

All time ;