21 September 2011

dengar curhatku.


curhatku , sifatnya senyap. Diam - diam sahaja.
curhatku ,  pengemudinya bukan juragan . kemudinya sendiri sahaja.

tangis ,
hiba,
magis,
duka,

curhatku , bukan lisan , bukan perbuatan .
curhatku , ekspresinya kadang kosong , kadang penuh jisimnya.

dengar curhatku.

juragan , mari pulang kemudi armada curhatku.
berikannya peta usang supaya dikemudi ke arah yang satu.

yang pasti.
yang abadi.
yang tak mati.

puas aku terendam oleh perigi air mata.
sampai nanti penuhkan kembali terusan air mata ini dengan air terusan Suez.

masih berjelaga armada mencari cebisan curhat
yang pasti nanti kelak , menjadi sejarah yang tercatat sendiri.

tak pernah penat.
tak pernah mati.
bukan tenat.
tapi tiada abadi.

No comments:

All time ;