13 September 2011

Aku yang asing.



"Biar pun aku yang asing, Selalu memikirkanmu
Ku percaya cinta itu memang buta
Harap kau sudi mendengar, Deruan pujaan jiwaku
Melalui lagu, Lagu ini ohh untukmu.."

Merah hatinya masih pekat. Jari disusun mengira - gira.
Menghitung - hitung sebilangan baki hari yang seluruhnya tiga ratus enam puluh lima hari.

mengurai - urai , sisipan rambut yang dulunya pendek , sekarang tidak lagi. Ditiup angin kerinduan.
Pada samarnya siang , dinantikan taufan yang ekstrem membelah segala angin kerinduan.

rela dikhabar padanya , menanti siang menjadi malam siksa bagai penjara besi yang kebal.
kebal tanpa para pengawal isi hati yang menjaga sekalian arteri - arteri pada seluruh jasad.

padanya , menanti si angin malam menyampaikan segala khabar kerinduan , cukup tersiksa
mengejar bait - bait ayat cinta yang hilang pada sisi bulan yang tidak menentu cahayanya lagi tersiksa.

Terus - terusan si juragan mengarahkan anak - anak buahnya mencari sebahagian jiwanya yang dibawa jauh.
dibawah jauh ke tengah lautan yang dipenuhi badai ombak ,yang memamah badai sisa kehidupan gila menahan sakitnya merindu.

dicari dan terus dicari , sampai parah.

hingga nanti akhirnya . biar ia mengilai - gilai gila . berteriak - teriak cuak. yang dia masih tidak temu akan segalanya.
sedangkan merah hatinya masih pekat, sedangkan sebahagian jiwanya yang hilang ada dalam hatinya.

kasihnya, chentanya, sayangnya, rindunya masih terbuku dan tersimpan utuh dalam peti hati tanpa rasa mati, walau jaraknya di kejauhan.

cuma tinggal hanya dirinya yang masih belum sedar akan lamunan mimpi - mimpi dipenuhi tanda tanya tentang hari yang bakal mendatang kelak. biarkan sahaja sampai nanti dia yang asing.

Asing dalam celah - celah sempit kehidupan yang tak pernah luas diameternya. Asing juga dalam kehidupan yang tak pernah kenal penat erti akan menduga dan menguji.

No comments:

All time ;