02 August 2011

Kehidupan ini baku.


Manusia , sibuk menghitung saat, menghitung hari , menghitung jam, menghitung bulan , menghitung tahun , Menghitung kehidupan .

Keasingan yang tidak berterusan terkadang mematikan logiknya akal berfikir, Terjurusnya arus gelombang kehidupan pada kehidupan yang penuh malar , samar mencungap - cungapkan nyawa.

logik atau tidak ? , betul atau tidak ? , Diterima akal atau tidak ? atau dibuang begitu sahaja dalam ruangan kosong hati yang menyimpan seribu satu hasrat yang mati , dan tak tercapai.

Bingkisan lukisan abstrak mungkin tidak mampu lagi berdiri atas logiknya sendiri , jika lukisan itu sendiri tidak dianggap abstrak , cuma dua, warna dan lukisan. 

Dari segi fizikalnya iannya cuma dapat masuk ke minda orang dengan hanya menafsirkan itu Kertas putih , ada warna di atasnya , ada satu dua bentuk bermain - main di atasnya.

Kehidupan ini baku , baku pada lahiriahnya , baku pada nalurinya , baku pada segala - galanya,

Jadi satu itu bukan aku , dua itu bukan gua , tiga itu bukan kita , empat itu bukan cepat. yang aku tahu cuma satu , satu itu di ATAS SANA. 

Fikir - fikir , putar kembali , hidup ini sekejap sahaja. Esok lusa belum tentu ada. Jadi kehidupan ini terletak pada paksi baku yang meluruskan segala yang berjalan di atasnya. 

Mahu cari baku nya ? , jangan cari dalam KAMUS DEWAN BAHASA DAN PUSTAKA, cari sahaja dalam isi hati anda yang tersimpan berbagai rasa.

" Hidup ini pinjaman Sementara , Bukan percuma, dan jangan percumakannya."

No comments:

All time ;