10 August 2011

Badai Minda


Badai Minda yang berkecamuk ,  masih remuk. Berlari di atas sudut tegak Horizontal. Dibiarkan bertepian sahaja. 

Jiwanya parah , diseksa mental bertali arus. Namun dinding jiwanya kental. Dibiarkan ia berlalu sepi.

Mimpi , jemput hadir. Sedang aku duduk sambil mempelawa, ditemani sisa - sisa kehidupan yang usang, Mimpi - mimpi yang datang menghempas . 

Tersisa butiran kapas, hampas , sebutir demi sebutir dikutip menjadi menjadi garisan masa sebuah cerita kehidupan.

Garisan masa yang makin luntur dimamah usia , tapi masih muda kerana Chenta.

No comments:

All time ;