15 April 2011

Tak bertajuk.

Benar , sekali awan itu bergerak ke depan , Ia tak kan ke belakang kembali.
Benar , Jika berat awan itu , Ia akan me"muntahkan"  titis - titis hujan yang halus.

Terpaling halus , tapi tidak sehalus zarah yang bergerak - gerak mencari arah mereka.
Mencari arah mereka , berjelaga ke sini - sana ke mana mahu pergi tanpa arah, pasti murka.

Menjejak menanti segala Kulumunimbus yang mendatang.
Membiar Awan mendung berlalu pergi , pergi begitu sahaja tanpa kesan.

Berlalu pergi. Menonong.
Mahu dipekik , tapi tidak terlolong.
Ditunjuk - tunjuk konon polong.
Mahu diteriak bingit - bingit "tolong-tolong"
Manusia sejagat memerhati melopong.

Benar , sekali ditoreh arteri - arteri yang berada dalam hati ini , ia pasti akan terasa sebentar.
Menongkat dagu , Merenung ke depan tajam - tajam.
Memikir panjang , sampai tak tertembus langit ke tujuh.
Mungkin kalau bisa sekalipun aku terbang , tidak tercapai aku langit ke tujuh itu.

Kerana Aku masih di sini , masih berdiri kurang utuh pada kaki yang kematu ini.
Mengerak - gerak ke kiri ke kanan , Ke depan ke belakang.
Namun , lumrahnya awan , Cerah itu tidak selalu kekal bermain - main dengan definisi indah.
Lama - kelamaan ia menjauh , tapi pasti ia akan datang kembali.
Datang kembali dan me"muntahkan" titis - titis hujan rindu pada si Taman yang kering menanti.
Kering menanti Titis - titis hujan , puas mendongak - dongak meminta supaya di"hijaukan" kembali warnanya .

No comments:

All time ;