04 April 2011

kalau betol awan itu mendung biarkan.

Kalau benar awan yang berselerakan dalam minda jahil ini mendung kelabu, biarkan.
Kalau benar deria kelima bertukar keenam sekalipun, biarkan.
Kalau benar Hujan itu temani titis - titis embun pagi , tidak cukup puitis bagi aku , biarkan.

Biarkan aku.
Biarkan sahaja.

Bukan aku manusia yang dilahirkan untuk jadi sempurna.
Bukan aku dilahirkan untuk jadi sifat termulia , sebab aku tahu aku berdiri di mana.
Bukan aku insan yang bermegah - megah mendabik dada bilamana segala apa mendatang aku hiraukan sahaja.

Biarkan aku.
Biarkan sahaja.

Kalau benar berteriak itu mampu buat aku terbang. Aku bisa berteriak biar sekalipun bergema gelongan gua.
Kalau benar Bisa aku bahasakan bahasa yang tak bisa dibahasakan , ajarkan aku untuk bertutur caranya.
Kalau benar mempelajari rasa sakit dan gembira perlu bertatih , aku bisa lapangkan dada untuk segala apa kemungkinan "Celaka" yang mendatang.

Biarkan aku.
Biarkan sahaja.

Biarkan aku bermain sendiri dalam gelap tanpa ditemani limpahan lampu terang, konon nya ada kunang di situ,.
Biarkan sahaja aku berjalan bersendirian tanpa sekelumit rasa sesal bilamana Angin kencang memukol mencarik - carik pipi aku , yang konon gebu.
Biarkan sahaja kalau awan itu mendung , aku tak perlukan awan. Aku perlukan aku. Bilamana bukan aku yang penting untuk aku dan aku dan aku dan aku dan aku dan aku.

p.s : mood senget - benget.

2 comments:

All time ;