15 January 2011

Gantungkan Bertali , Jangan tidak bertali.

 si ibilis berbisik.

Ambil kerusi itu.
Ikat Rafia , pastikan ianya kukoh dan mampu buat kau tidak bernafas lagi.
pastikan maaf semua sudah kau pinta. Pastikan semua sudah halal segalanya.

Ambil Berani itu.
Pegang tangan kau pada Rafia , Sedia ? Angkat kaki kau perlahan - lahan ke atas kerusi.
pastikan kau sudah bersedia , bersedia untuk menamatkan segala seksaan yang penuh azab.

Nanti !
pasti ?


Inikah jalan terbaik yang ada ? inikah yang kau kata sudah masak -masak difikir ?
Inikah jauh naluri kewarasan kau berlegar , berapungan ?


Cinta datang dan pergi.
selamanya pergi kah ? pasti datang lagi.


Tolong Turun dari kerusi itu , buang kewarasan kau yang gila itu.
Tolong potong Rafia yang terikat kukoh yang mampu buat kau lebih azab di sana.
Tolong Ingat , ALLAH swt telah menetapkan perjalanan hidup setiap Hambanya.

Polan : "Haruskah aku tamatkan semuanya ?"
Bayang - Bayang Polan : " Tiada aku menentukan nyawa kau , tetapi Usaikan semua,"
Polan : " Aku Terasa Sangat sakit Digantung tidak bertali , Jadi biarlah aku Gantungkanya Bertali "
Bayang - Bayang Polan : "Jangan Buang nyawa kau begitu sahaja. Seperti sampah.Mudah kau campak dan mampu kau kutip bila kau perlu."

"Gantungkan Bertali , Jangan Tidak Bertali , aku disakiti berkali - kali , masih kalis akan percikan api ,"


p.s ; orang jepang cakap sayonara. (:

No comments:

All time ;